Implementasi Kebijakan Program Indonesia Pintar (PIP) Jenjang SMP di Kabupaten Kapuas Hulu
DOI:
https://doi.org/10.36917/31je5p02Kata Kunci:
Implementasi, Program Indonesia Pintar, Sekolah Menengah PertamaAbstrak
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis tentang Implementasi Kebijakan PIP Jenjang SMP Di Kabupaten Kapuas Hulu, dengan menggunakan model implementasi Van Metter dan Van Horn. Hasil penelitian jika dilihat dari indikator standar dan sasaran yaitu mengacu kepada regulasi kebijakan sudah dapat dipahami oleh para implementor, hanya masih terdapat kendala dalam data penerima bantuan, masih terdapat ketidaksesuaian data DTKS penelitian ini mengidentifikasi bahwa kegagalan siswa mendapatkan bantuan sering kali disebabkan oleh ketidakvalidan data (misal nama, tanggal lahir) yang terekam di Dapodik, dalam aspek ketersediaan SDM, sarana dan prasarana dalam mendukung pelaksanaan PIP sudah cukup baik, hanya terdapat kendala, terutama di sekolah-sekolah yang secara geografis berada di daerah terpencil dengan keterbatasan infrastruktur dan keterbatasan jaringan internet. Karakteristik dan sikap para implementor (disposisi) dalam menjalankan Implementasi Kebijakan PIP sudah cukup baik, meskipun sering dihadapkan pada kendala administratif, keterbatasan waktu, serta perubahan kebijakan teknis dari pusat. Adapun rekomendasikan untuk kendala Implementasi PIP Jenjang SMP di Kabupaten Kapuas Hulu adalah dengan penerapan sistem pendataan offline-to-online (sinkronisasi berkala), dan kolaborasi dengan aparat desa untuk transportasi data, serta peningkatan kompetensi SDM melalui pelatihan intensif atau pendampingan pengawas sekolah secara langsung.
Unduhan
Diterbitkan
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Administrasi Publik dan Bisnis

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.









