Implementasi Program Sekolah Lansia Tangguh (Selantang)Di Kecamatan Sukolilo Kota Surabaya
DOI:
https://doi.org/10.36917/nzrgct50Kata Kunci:
Keluarga Berencana, BKKBN, Pelayanan Publik, PLKB, Sinambela, Tenggilis MejoyoAbstrak
Fenomena aging population yang terus meningkat menuntut pemerintah untuk hadir melalui program pemberdayaan lansia yang terstruktur. Selantang merupakan program pendidikan non-formal yang diselenggarakan oleh BKKBN dalam kerangka Bina Keluarga Lansia (BKL) guna mewujudkan lansia yang Sehat, Mandiri, Aktif, dan Produktif (SMART). Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara mendalam, observasi, dan studi dokumentasi. Analisis data menggunakan model interaktif Miles dan Huberman. Kerangka teori yang digunakan adalah model implementasi kebijakan George C. Edward III yang mencakup empat variabel: komunikasi, sumber daya, disposisi, dan struktur birokrasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi Selantang di Kecamatan Sukolilo telah berjalan namun masih menghadapi beberapa kendala, terutama pada aspek sumber daya manusia kader yang terbatas, belum meratanya pemahaman peserta terhadap tujuan program, serta koordinasi lintas sektor yang masih perlu diperkuat. Di sisi lain, komitmen pelaksana dan dukungan pemerintah kecamatan menjadi faktor pendorong utama keberlanjutan program.
Unduhan
Diterbitkan
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Administrasi Publik dan Bisnis

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.









