Collaborative Governance Program Pemberdayaan Tenaga Kerja Mandiri Di Kota Pekanbaru

  • Apri Yendi Program Studi Ilmu Administrasi Publik, Jurusan Ilmu Administrasi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Riau
  • Geovani Meiwanda Program Studi Ilmu Administrasi Publik, Jurusan Ilmu Administrasi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Riau
Keywords: Collaboratove Governance, Pemberdayaan Masyarakat, Implementasi Program

Abstract

Program pemberdayan tenaga kerja mandiri merupakan inovasi Kementrian Ketenagakerjaan yang bermitra dengan Komisi IX DPR RI, bertujuan untuk memperluas kesempatan kerja melalui kegiatan pelatihan dan pengembangan potensi pedesaan untuk meningkatkan dan memberdayakan ekonomi desa di seluruh Indonesia. Kegiatan ini merupakan bagian dari program bagian Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) untuk membantu masyarakat yang yang kurang mampu, menganggur, dan pemusuhan hubungan kerja (PHK). Hal ini merupakan upaya pemerintah dalam mengurangi angka pengangguran yang ada di indonesia seperti di Provinsi Riau tepatnya di Kota Pekanbaru. Penelitain ini bertujuan untuk mengetahui collaborative governance dalam program.pemberdayaan tenaga.kerja mandiri di Kota .Pekanbaru dan faktor penghambat dari collaborative governance program pemberdayaan tenaga kerja mandiri di Kota Pekanbaru. Konsep teori yang digunakan peneliti adalah konsep collaborative governanceoleh Emerson, Nabatchi, dan Balogh 2012. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif, dengan menggunakan metode pengumpulan data wawancara, observasi dan pencatatan. Hasil penelitian ini menunjukkancollaborative governance program pemberdayaan tenaga kerja mandiri di Kota Pekanbaru belum berjalan dengan optimal karena memiliki hambatan yaitu (1) kurangnya monitoring dari pemerintah (2) kurangnya komitmen masing-masing aktor dalam berkolaborasi (3) kurangnya kapabilitas pelaksana.

References

Agusrinal, & Diniaty, D. (2014). Perancangan Strategi Pemasaran Pada Produk Anyaman Pandan. Sains, Teknologi Dan Industri, 11(2), 175–184.
Andriani. (2019). Collaborative Governance dalam Pembangunan Ruang Terbuka Hijau Tanjung Bersinar Park di Kabupaten Tabalong.
Arrozaaq, D. L. C. (2016). Collaborattive Governance (Studi Tentang Kolaborasi Antar Stakeholders Dalam Pengembangan Kawasan Minapolitan di Kabupaten Sidoarjo). Kebijakan Dan Manajemen Publik, 3, 1–13. Retrieved from http://repository.unair.ac.id/67685/
Azuraili. (2020). Pemberdayaan Masyarakat Dalam Pencegahan Kebakaran Hutan Dan Lahan Dikecanatab Kubu Kabupaten Rojan Hilir. Journal of Chemical Information and Modeling, 53(9), 1689–1699. https://doi.org/10.1017/CBO9781107415324.004
Barandiarán, X., Restrepo, N., & Luna, Á. (2019). Collaborative governance in tourism : lessons from Etorkizuna Eraikiz in the Basque Country , Spain. 74(4), 902–914. https://doi.org/10.1108/TR-09-2018-0133
Biagio, M., & Gabriel, L. (2014). Corporate Social Responsibility and Sustainability : Emerging
Published
2021-08-30
How to Cite
Yendi, A., & Meiwanda, G. (2021). Collaborative Governance Program Pemberdayaan Tenaga Kerja Mandiri Di Kota Pekanbaru. Jurnal Administrasi Publik Dan Bisnis, 2(2), 1-9. Retrieved from http://ejournal.stia-lk-dumai.ac.id/index.php/japabis/article/view/53