PERSEPSI MASYARAKAT TERHADAP KINERJA UNIT PENDIDIKAN MASYARAKAT DAN REKAYASA (DIKYASA) SAT LANTAS POLRES DUMAI

  • encik maznah hijeriah
Keywords: kehandalan, daya tanggap, kompetensi, akses, kesopanan, komunikasi, kejujuran, keamanan, pengetahuan, bukti langsung

Abstract

Lalu lintas memegang peranan vital dalam memperlancar pembangunan yang dilaksanakan di suatu daerah. Masalah lalu lintas merupakan salah satu masalah berskala nasional yang berkembang seirama dengan perkembangan masyarakat. Persoalan yang dihadapi dewasa ini adalah masih tingginya angka kecelakaan lalu lintas di jalan raya. berdasarkan observasi yang dilakukan masih ditemukan gejala masalah yaitu: Bagaimana Kinerja Kinerja Unit Pendidikan Masyarakat Dan Rekayasa (Dikyasa) Sat Lantas Polres Dumai.

Adapun Tuuan dan kegunaan penelitian yaitu : Untuk mengetahui dan menganalisis kinerja Satlantas Polres Dumai pada Unit Pendidikan dan Rekayasa Lalu Lintas (Unit Dikyasa), Mengetahui tingkat kepuasan pelayanan melalui hasil pendapat dan penilaian masyarakat terhadap kinerja pelayanan yang diberikan oleh aparatur penyelenggara pelayanan publik, Sebagai bahan penetapan kebijakan yang perlu diambil dan langkah perbaikan kinerja Satlantas Polres Dumai.

Variabel pada pengukuran Persepsi Masyarakat Terhadap Kinerja Satlantas Polres Dumai mengacu pada Teori: Parasuraman, Zeithaml, dan Berry dalam Sudarmanto (2010:103) mengemukakan ukuran kinerja dalam dimensi kualitas , sebagai berikut: Kehandalan, Daya Tanggap, Kompetensi, Akses, Kesopanan, Komunikasi, Kejujuran, Keamanan, Pengetahuan dan Bukti langsung Teknik pengambilan tekhnik purposive sampling dalam menentukan informan Populasi masyarakat yang dilayani satlantas polres dalam sebulan diperkirakan  sebanyak 300 orang, dengan rincian: Unit Regident sebanyak 150 orang, unit Turjawali sebanyak 80 orang, unit dikyasa sebanyak 70 orang dan unit laka lantas sebanyak 50 orang. Sesuai dengan Nomogram Herry King maka sampel menjadi 143 orang. Sedangkan. Teknik pengumpulan data dari mengunakan angket, wawancara dan Dokumentasi, Dalam penelitian ini, analisis data dilakukan secara deskriptif kuantitatif dan interpretatif. Analisis data dilakukan dengan cara mentabulasi hasil jawaban responden dari angket yang disebarkan, data kepustakaan, kemudian memformulasikan secara deskriptif, selanjutnya menyimpulkan memproses data dengan tahapan reduksi data, menyajikan data, dan menyimpulkan.

References

Budiono, Bambang, (2009), Pengaruh Pengawasan Masyarakat Terhadap Kualitas Pelayanan Publik, Bandung : PSS Unpad
Fitzimmons, (2005), (Edisi Terjemahan) Marketing Management, USA: Prentice Hall.Inc.
Hanif, (2007), Managemen Operasional Pelayanan Prima, Bumi Aksara, Jakarta .
Hardiansyah, Dr.M.Si, (2011) Kualitas Pelayanan Publik Konsep Dimensi Indikator dan Implementasinya, Gava Media, Yogyakarta
Komarudin, (2014), Reformasi Birokrasi dan Pelayanan Publik, Genesindo
Mahmudi,(2003), Manajemen Kinerja Sektor Publik, Akademi Manajemen Perusahaan YKPN
Moenir, H. A. S, (2014), Manajemen Pelayanan Umum Di Indonesia, Bumi Aksara, Jakarta
Riduwan,(2007) Skala Pengukuran Variabel-variabel Penelitian, Alfabeta, Bandung
Sinambela, Lijen Politik, (2006), Reformasi Pelayanan Publik, Bumi Aksara, Jakarta,
Sugiyono, (2013), Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif dan R&D, Alfabeta, Bandung.
Surjadi,(2009), Pengembangan Kinerja Pelayanan Publik, Refika Aditama, Bandung.
Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 96 Tahun 2012 tentang Pelaksanaan Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2009 tentang Pelayanan publik.
Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2012 tentang Petunjuk Teknis Penyusunan, Penerapan, dan Penerapan
Published
2020-06-26
How to Cite
hijeriah, encik maznah. (2020). PERSEPSI MASYARAKAT TERHADAP KINERJA UNIT PENDIDIKAN MASYARAKAT DAN REKAYASA (DIKYASA) SAT LANTAS POLRES DUMAI. Jurnal Administrasi Publik Dan Bisnis, 2(1), 29-44. https://doi.org/10.36917/japabis.v2i1.32